Memanusiakan Perempuan melalui 60 Hadist Shahih Hak-hak Perempuan dalam Islam
Artikel ini diikutsertakan dalam ODOP ICC x Mubadalah.id.
Judul : 60 Hadist Shahih Khusus tentang Hak-hak Perempuan dalam Islam dilengkapo Penafsirannya
Penulis : Faqihuddin Abdul Kodir
Cetakan, tahun : Pertama, April 2019
Penerbit : DIVA Press
Tebal : 276 halaman
Belakangan, ada banyak hal yang membuat saya gusar dan menanyakan kembali perihal sebenernya apa itu perempuan. Pertanyaan-pertanyaan yang berlari-lari di pikiran saya tentu karena selain pengalaman pribadi, juga tersebab membaca dan menyaksikan pengalaman perempuan di luar sana. Kegusaran saya mulai tercerahkan satu per satu salah satunya melalui buku "60 Hadist Shahih tentang Hak-hak Perempuan dalam Islam" karya Kang Faqih ini.
Buku setebal 276 halaman ini memuat gagasan/tafsiran yang jarang diketahui oleh banyak orang, terutama perempuan. Padahal, muatan dalam buku ini sangat bisa menjawab ketidak-adilan yang kerap terjadi di masyarakat perihal posisi dan peran perempuan yang agaknya masih dimarginalkan dan nomor duakan keberadaannya.
Buku ini berisi kompilasi 60 teks hadits yang dikelompokkan ke dalam 15 tema pokok. Dimulai dengan hadist bertema prinsip relasi laki-laki dan perempuan, kemudian mengenai hubungan perempuan dengan Allah SWT, dilanjutkan tentang hak-hak dan posisi perempuan di ruang domestik dan publik.
Penulis memaparkan ke-60 hadist hak-hak perempuan dengan lugas, berisi penjelasan yang singkat, ringan dan sederhana namun mudah untuk dimengerti. Yang paling menarik bagi saya adalah perspektif yang dipakai oleh penulis, yaitu metode mubadalah (kesalingan) seperti yang dipaparkan pada pengantar buku ini.
Perspektif resiprokal ini menegaskan bahwa baik laki-laki maupun perempuan memiliki kedudukan, peran dan fungsi yang sama, tidak ada salah satu yang menjadi superior dan yang lain menjadi subordinat. Bahwa dalam menjalankan peran kehidupan, laki-laki dan perempuan adalah sederajat, berdiri berdampingan, dan bukan berdiri depan-belakang. Sehingga manusia baik laki-laki dan perempuan semestinya saling mengisi untuk mewujudkan fungsi kemanusiaan di muka bumi.
Nyaris semuanya membuat saya tertegun dengan penjelasan yang ramah-perempuan, terutama di bagian relasi kesalingan suami-istri. Sejujurnya, baru pertama kali ini saya mendapatkan penafsiran yang lebih terasa sejuk, dan adil terutama untuk perempuan. Ini penting, karena hingga dewasa ini, yang ramai dikenal masyarakat adalah penafsiran yang sifatnya berpusat pada laki-laki hingga mensubordinatkan keberadaan perempuan.
Misalnya, di masyarakat kita yang masih patriarki, yang mahfum diketahui seputar wanita yang menikah harus : melayani suami, tunduk pada suami, tugas wanita adalah mengurus anak dan rumah tangga, wanita tidak perlu bekerja, dan kewajaran yang semisal. Sebetulnya tidak ada yang salah jika wanita mengambil peran tersebut. Melalui buku ini, penulis hendak menegaskan bahwa peran dan posisi perempuan adalah setara dengan laki-laki. Sehingga dalam relasi suami-istri sekalipun, yang memiliki peran melayani, memenuhi kebutuhan keluarga, mengurus keluar dan rumah tangga, bukanlah hanya tugas perempuan. Berdasar konsep kesalingan, laki-laki juga memiliki peran yang sama untuk memberi pelayanan, meminta pendapat/persetujuan istri untuk suatu perkara, hingga turun tangan dalam hal mengurus anak dan dan rumah tangga.
Perkara nafkah keluarga pun menjadi tanggung jawab bersama menurut perspektif mubadalah dalam buku ini. Seperti hadist yang termuat pada halaman 210: seorang perempuan pekerja bertanya pada Rasulullah perihal harta hasil kerjanya yang dia berikan kepada keluarganya, lalu Rasulullah menjawab:
"Kamu memperoleh pahala dari apa yang kamu nafkahkan kepada mereka." (Thabaqat Ibn Sa'd)
Dalam buku ini, penulis pun memberi penjelasan asal muasal kenapa laki-laki menjadi tulang punggung keluarga.
Perkara relasi laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sehari-hari memang kerap membuat dilema. Di tengah masyarakat yang masih patriarki, perempuan masih saja dianggap makhluk nomor dua setelah laki-laki seolah dunia hanya berpusat hanya pada kaum laki-laki.
Padahal, laki-laki dan perempuan itu sederajat. Hal ini bisa dimaknai melalui hadist pada halaman 49 di buku ini:
"Perempuan itu saudara kandung laki-laki" (Sunan Abi Dawud)
Hingga dewasa ini, saya masih sering membaca dan menyaksikan perempuan dipusingkan dengan pilihan menjadi ibu rumah tangga atau berkarir, harus mengalah untuk mengutamakan pendidikan saudara laki-lakinya, tidak mendapat kesempatan untuk memimpin meski memiliki kecakapan yang lebih baik dibanding rekan laki-lakinya, depresi karena tuntutan mengurus anak dan rumah tangga tanpa ada support system dari suami (laki-laki), beban ganda bagi perempuan berkeluarga yang juga harus ikut mencari nafkah di samping tuntutan menyelesaikan urusan anak dan domestik, dan masih banyak lagi. Perspektif mubadalah yang termuat dalam 60 hadist pada buku ini, bisa mengikis pengalaman perempuan yang tidak adil gender tersebut.
Buku ini dengan perspektif mubadalah, sangat harus dipopulerkan di tengah masyarakat kita untuk me-remind bahwa ajaran Islam betul-betul memuat nilai-nilai keadilan untuk semua umat manusia, semua jenis kelamin. Perspektif dalam buku ini juga ingin menegaskan dan tidak boleh dilupakan bahwa perempuan adalah manusia untuk yang memiliki hak-hak yang sama dengan laki-laki. Di luar perbedaan sistem reproduksinya, perempuan tidak berbeda dengan laki-laki sehingga tidak seharusnya diperlakukan berbeda, tidak seharusnya pula memiliki peran dan kedudukan yang berbeda dengan laki-laki.
Buku ini tentu saja sebaiknya dibaca bukan hanya untuk perempuan, tapi juga untuk laki-laki. Agar yang timbul bukan perempuan yang kemudian menuntut hak-haknya. Namun juga laki-laki agar dapat menjadi support system untuk pemenuhan hak-hak perempuan di mana pun berada.
Saya yang masih pemula dalam memahami agama ini juga bertanya-tanya. Di luar 60 hadist ini, apakah ada lagi teks-teks keagamaan terutama dalam ayat-ayat suci Al-Qur'an yang memuat hak-hak perempuan? Ah, saya menjadi bersemangat untuk mengikuti pemaparannya, jika itu ada.

bagus banget kak bukunya, bisa diorder dimana ya?
BalasHapus